Komunitas Berbagi Semarang (KUBIS) membagikan makanan gratis kepada kaum dhuafa di jalan peterongan, Semarang

Pembagian nasi kotak dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2019 mulai pukul 20.00 dengan rute pembagian sepanjangan peterongan-bangkong-kampung kali - thamrin - pandanaran- tugumuda- pemuda -johar dan berakhir di Kota Lama,Semarang.

Kegiatan berbagi ini rutin dilakukan setiap awal bulan dan kali ini pembagian mencapai 180 nasi kotak
Dan sudah tersalurkan sesuai niat awal komunitas ini terbentuk.

Komunitas Berbagi Semarang mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang sudah sudi menyisihkan sedikit rejekinya untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Semoga kegiatan ini bisa seterusnya rutin dilakukan. Dan semoga kedepannya Komunitas Berbagi Semarang lebih berkembang lagi dalam hal kebaikan.

Kamis,30 mei 2019. Komunitas Berbagi Semarang atau disebut juga KUBIS mengadakan berbagi takjil di lampu merah depan Masjid Jami' Pedurungan Semarang. Setengah dari Takjil ini juga di Berikan ke Masjid untuk berbuka bersama.

Komunitas yang beberapa bulan dibentuk sudah banyak peminatnya yang masuk dan ingin bergabung di dalam keluarga KUBIS.

Tujuan berdirinya komunitas berbagi semarang ialah untuk menjalin persaudaraan dalam kegiatan positif dan Berbagi santunan anak-anak yatim.

Denny Kusuma pembentuk dan juga ketua komunitas berbagi semarang, sangat bangga dengan berdirinya komunitas ini. Banyak kalangan masyarakat yang ikut dalam partisipasi mulai dari Ibu rumah tangga,mahasiswa,wirausaha,dan pekerja.

Sebut saja IBU ISTY , dia sangat senang bisa masuk di dalam komunitas berbagi semarang ini.karena di komunitas ini tidak memandang Status sosial, dan orangnya Ramah-Ramah, bisa diajak Bercanda. Ucapnya.

SEMARANG - Peristiwa tsunami di Banten dan Lampung membuat masyarakat lain bersimpati. Mereka berlomba-lomba untuk menggalang dana supaya bisa meringankan beban para korban.

Satu di antaranya, komunitas Kawula Muda Semarang yang menggerakkan anak muda Semarang untuk berdonasi. PIC penggalangan dana, Rachman Polalo, mengatakan selama tiga hari anggota komunitasnya menggalang dana di tiga tempat.


"Malam ini (28/12/2018) kami menggalang dana di kafe Loek Pitoe, GOR Tri Lomba Juang Semarang. Kami akan ajak para pengunjung kafe untuk menyisihkan sedikit rezekinya," terangnya.

Tak hanya di kafe ini saja, seluruh anggota Kawula Muda Semarang juga akan mengadakan penggalangan di Angkringan Blendoek (29/12) dan saat CFD (30/12) di Simpang Lima. Mereka yang rata-rata pendukung calon presiden Jokowi ini, ingin anak muda Semarang punya kepedulian.

"Peduli tidak harus kaya. Cukup punya rasa saling memiliki dan ingin menolong. Sedikit atau banyak tak jadi masalah, asal ikhlas untuk membantu saudar kita," imbuh Rachman.

Donasi yang diberikan tak harus berupa uang. Tetapi bisa juga dalam bentuk pakaian, sembako, popok, dan susu.

"Yang paling banyak dibutuhkan korban tsunami yakni sembako, pakaian layak, popok, dan susu. Donasi yang terkumpul selama tiga hari ini nantinya akan kami serahkan ke pak Hendi (Walikota Semarang). Supaya bisa diteruskan ke pihak yang berhak mengirim bantuan," ucapnya.

Bagi yang tidak sempat datang ke acara penggalangan dana, komunitas Kawula Muda Semarang menyediakan rekening donasi ke 0091568887 bank BCA atas nama Sugiyanto. Bila tidak, bisa langsung datang ke basecamp Kawula Muda Semarang di Jalan Pamularsih 1 no 13, Semarang Barat.


"Sebelum datang sebaiknya konfirmasi dahulu di nomor 082264311881 (official) atau 081226138706 (Sugiyanto) untuk konfirmasi sumbangan donasi melalui rekening bank. Kami berharap dengan bantuan yang sudah terkumpul bisa sedikit meringankan beban saudara kami yang terkena musibah tsunami Banten dan Lampung," pungkasnya. (*)

Sumber: jateng.tribunnews.com
Penulis: faisal affan
Editor: muslimah

Tentang Kami

Pusat Informasi Pariwisata dan Direktori Bisnis Jawa Tengah. Pentingnya menjaga Eksistensi Usaha Anda dengan mempromosikan profil usaha secara Online melalui VisitJateng.com.

Posting Terbaru

Statistik Website